<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Asuhan Keperawatan</title>
	<atom:link href="http://www.asuhankeperawatan.info/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.asuhankeperawatan.info</link>
	<description>Sebuah Dedikasi Seorang Perawat</description>
	<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 18:22:23 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perawat Bismarck Membagi Pengetahuannya dalam buku</title>
		<link>http://www.asuhankeperawatan.info/perawat-bismarck-membagi-pengetahuannya-dalam-buku.html</link>
		<comments>http://www.asuhankeperawatan.info/perawat-bismarck-membagi-pengetahuannya-dalam-buku.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 18:21:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asuhan keperawatan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Nurse Jobs]]></category>

		<category><![CDATA[manajemen keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuhankeperawatan.info/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Banyak hal dari apa yang Linda Knodel tahu tentang manajemen keperawatan dipelajarinya dan diperoleh dari tempat kerja.
Dia menghabiskan waktu selama 20 tahun sebagai kepala petugas perawat di St Alexius Medical Center. McGraw Hill baru-baru ini menerbitkan sebuah buku tentang manajemen keperawatan . Buku ia menulis, &#8220;Nurse to Nurse: Nursing Manajemen,&#8221; dirilis pada bulan November. Ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Banyak hal dari apa yang Linda Knodel tahu tentang manajemen keperawatan dipelajarinya dan diperoleh dari tempat kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menghabiskan waktu selama 20 tahun sebagai kepala petugas perawat di St Alexius Medical Center. McGraw Hill baru-baru ini menerbitkan sebuah buku tentang <strong>manajemen keperawatan</strong> . Buku ia menulis, &#8220;Nurse to Nurse: Nursing Manajemen,&#8221; dirilis pada bulan November. Ini adalah bagian dari perusahaan penerbitan buku seri untuk perawat.<span id="more-74"></span></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Melalui karir saya, saya telah membangun alat untuk mengajarkan perawat tentang kepemimpinan,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia memasukkan alat tersebut dan apa yang ia pelajari di tempat kerja ke dalam sebuah buku, bersama dengan penuh keprihatinan dan umpan balik bahwa dari perawat utama lainnya. Tiap bab melihat pada aspek yang berbeda dari manajemen keperawatan yang tidak perlu dibahas di sekolah perawat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sangat sedikit yang diajarkan tentang keuangan dan kebijakan perawatan kesehatan,&#8221; katanya, dua elemen yang membentuk tugas seorang kepala perawat.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap bab mencakup aspek yang berbeda dari kepemimpinan dan pengelolaan aspek administrasi pekerjaan perawat. Dia memberikan anekdot dari administrator yang lain, bersama dengan bekerja melalui sebuah skenario, dan membungkusnya dengan bab dan poin-poin penting lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Knodel didekati oleh McGraw Hill untuk menulis buku. Dia datang ke perhatian mereka melalui bekerja dengan asosiasi nasional, termasuk Organisasi Perawat Amerika  eksekutif dan American College of Healthcare Eksekutif.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ketika saya direkam, itu cukup suatu kehormatan,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia telah membantu rekan menulis bab untuk buku dan artikel jurnal yang diterbitkan. Menulis buku adalah pengalaman yang berbeda karena prosesnya, katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Knodel meninggalkan St Alexius pada bulan Desember, dan dia akan pindah ke Springfield, Mo mulai  bulan Februari sebagai kepala perawat di St John&#8217;s Hospital and Health System, yang meliputi enam fasilitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia mulai di St Alexius 35 tahun yang lalu bekerja shift malam di lantai medis.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aku menyewanya diluar dari sekolah perawat,&#8221; kata perawat Laurel Sullivan, mantan direktur lantai medis. &#8220;Dia ketakutan kaku. Aku segera melihat sesuatu di Linda bahwa saya tidak melihat siswa lain. &#8220;</p>
<p style="text-align: justify;">Knodel didedikasikan dan sedikit perfeksionis, &#8220;tidak berusaha untuk mengambil jalan pintas,&#8221; kata Sullivan. Ketika unit dialisis mulai tumbuh, Sullivan dianjurkan dia untuk mengawasi unit dialisis.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama bertahun-tahun Knodel mulai mengambil lebih banyak tugas-tugas administratif sampai ia dipromosikan menjadi kepala perawat. Knodel mendapat kredit, dia naik ke posisi ini untuk mendukung Sullivan dan rumah sakit chief operating officer pada waktu itu, Dick Tschider.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber: http://www.bismarcktribune.com/</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuhankeperawatan.info/perawat-bismarck-membagi-pengetahuannya-dalam-buku.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rancangan Undang - Undang (RUU) Keperawatan Belum Ada Titik Temu</title>
		<link>http://www.asuhankeperawatan.info/rancangan-undang-undang-ruu-keperawatan-belum-ada-titik-temu.html</link>
		<comments>http://www.asuhankeperawatan.info/rancangan-undang-undang-ruu-keperawatan-belum-ada-titik-temu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 01:26:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asuhan keperawatan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rancangan Undang- Undang (RUU) Keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuhankeperawatan.info/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak begitu mengikuti perkembangan  hasil dari seminar ”Mencari Titik Temu RUU Keperawatan” di Jakarta kemarin. Namun dari media yang saya baca, di temukan ada beberapa kalimat yang masih menusuk-nusuk naluri saya sebagai seorang perawat.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo mengatakan, melalui Rancangan Undang- Undang (RUU) Keperawatan diharapkan dapat melahirkan perawat- perawat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya tidak begitu mengikuti perkembangan  hasil dari seminar ”Mencari Titik Temu RUU Keperawatan” di Jakarta kemarin. Namun dari media yang saya baca, di temukan ada beberapa kalimat yang masih menusuk-nusuk naluri saya sebagai seorang perawat.<span id="more-68"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo mengatakan, melalui Rancangan Undang- Undang (RUU) Keperawatan diharapkan dapat melahirkan perawat- perawat yang profesional untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang bermutu. ”Kami mengharapkan agar di dalam RUU ada pasal yang mengatur tentang pendidikan profesi bagi perawat selain pendidikan vokasi,”katanya.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Saya rasa pendidikan Keperawatan di Indonesia saat ini sudah profesional dan bertitik berat pada keprofesionalan dan berdasarkan pada tingkatan serta jenjang pendidikan berkarir. Saya tidak sanggup menceritakan hal ini kepada teman-teman saya yang sudah pada jenjang tertinggi dari pendidikan keperawatan. Mungkin kita tidak tahu apa yang mereka pikirkan dan bagaimana perasaan para perawat profesional yang harus mendengar bahwa masih ada yang mengatakan keberadaan perawat di Indonesia belum profesional. Entah kenapa Rancangan Undang- Undang (RUU) Keperawatan di anggap belum juga ada titik temu? memang tak semudah itu untuk membuat dan mengesahkan undang-undang, namun ketika ada sedikit rasa iri terhadap profesi lain yang baru berdiri namun sudah ada undang-undang sendiri ini membuat hati saya berbisik-bisik pada diri sendiri seperti halusinasi dan mengatakan &#8220;kapan kau akan bangkit?&#8221;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Selama ini, lanjut dia, perawat tidak dipandang sebagai tangan profesional, mengingat di dalam konteks keperawatan hanya ada vokasi dan akademisi. Untuk itu, dibutuhkan pendidikan profesi dalam RUU Keperawatan yang nantinya segera dibahas pemerintah dan DPR. Selain payung hukum bagi perawat, diperlukan payung hukum bagi tenaga kesehatan.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya siapa yang tidak profesional? kalo memang ingin profesional marilah kita bekerja secara profesional. Jangan menganggap keberadaan perawat bisa dipandang sebelah mata saja. Kita ingin bekerja secara profesional tapi sebagian orang tidak mengerti betapa sulitnya tekanan-tekanan yang dihadapi dilapangan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Ledia Hanifa Amaliah mengatakan, kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau hingga saat ini masih terkendala beberapa hal, salah satu di antaranya adalah terpuruknya sistem kesehatan, khususnya tenaga perawat di Indonesia.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Mungkin saya tidak akan terlalu banyak mengomentari yang ini, karena biar bagaimanapun Anggota DPR masih berada dalam kedudukan tertinggi di Indonesia sementara saya rakyat jelata yang selalu saja siap menerima apa yang dikatakan meskipun itu pahit. Saya tidak menyangka pernyataan seperti itu bisa keluar, menganggap bahwa terpuruknya sistem kesehatan di Indonesia disebabkan oleh tenaga perawat. Apakah ini bisa dipertanggung jawabkan dan dibuat dari hasil penelitian seperti yang dilakukan oleh WHO? apakah memang benar sistem kesehatan hancur gara-gara tenaga perawat bukan karena tenaga-tenaga yang lain?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sangat mempercayakan kepada PPNI untuk terus membela dan memeberikan sebanyak-banyaknya pengetahuan kepada seluruh perawat yang ada di Indonesia serta merangkul kebersamaan untuk menyingkirkan ketidak-adilan di Negeri ini.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Menurut Ledia Hanifa Amaliah, permasalahan keperawatan dapat diselesaikan dengan disahkannya RUU Keperawatan menjadi UU Keperawatan yang mengatur profesi keperawatan di Indonesia serta menghapuskan semua bentuk diskriminasi terhadap perawat.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Oqe lah Qalo Beggitu. . . Semoga saja apa yang dikatakannya benar, selama ini saya sendiri merasakan adanya diskriminasi didalam tatanan pelayanan kesehatan dan saya akan terus mendukung kerja keras PPNI yang nantinya tidak akan pernah lagi bisa dipandang dengan sebelah mata. Amin.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: http:// www. seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/290481/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuhankeperawatan.info/rancangan-undang-undang-ruu-keperawatan-belum-ada-titik-temu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Standar Profesi Keperawatan menurut Hukum di Indonesia, dimana ya?</title>
		<link>http://www.asuhankeperawatan.info/standar-profesi-keperawatan-menurut-hukum-di-indonesia-dimana-ya.html</link>
		<comments>http://www.asuhankeperawatan.info/standar-profesi-keperawatan-menurut-hukum-di-indonesia-dimana-ya.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 16:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asuhan keperawatan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini Perawat]]></category>

		<category><![CDATA[perawat]]></category>

		<category><![CDATA[RUU]]></category>

		<category><![CDATA[standar profesi perawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuhankeperawatan.info/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Sampai sejauh ini saya merasakan penindasan profesi keperawatan sudah sangat keterlaluan. Saya terus terang sudah muak dengan ketidakpastian RUU yang selalu dipertanyakan dan mengulur-ngulur waktu, entah apa lah alasan ataupun yang ada di benak mereka. Bayangkan saja, hingga saat ini, bahkan Kep. Men alias Keputusan Menteri Kesehatan tentang standar profesi keperawatan belum juga ada, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sampai sejauh ini saya merasakan penindasan profesi keperawatan sudah sangat keterlaluan. Saya terus terang sudah muak dengan ketidakpastian RUU yang selalu dipertanyakan dan mengulur-ngulur waktu, entah apa lah alasan ataupun yang ada di benak mereka. Bayangkan saja, hingga saat ini, bahkan Kep. Men alias Keputusan Menteri Kesehatan tentang standar profesi keperawatan belum juga ada, atau apakah saya sendiri yang belum tau?kalau pun saya yang masih ketinggalan, mohon kepada teman-teman agar memberi tahu saya. <span id="more-65"></span>Lagi-lagi dalam hal ini saya sangat sangat dan sangatlah cemburu kepada Ibu Siti Fadilah Supari, karena beliau masih sempat membuat keputusan Menteri Kesehatan mengenai Standar Profesi untuk Tenaga Kesehatan lain, sedangkan “Perawat: lagi lagi dan lagi menjadi bawang putih alias anak tiri atau anak bawang yang kurang mendapatkan perhatian. Tolonglah Ibuku sayang, jika anak-anakmu ini salah, beri kami pengertian dan jangan menghukum kami seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Telah kita ketahui bersama, bahwa kenyataannya perawat memberikan kontribusi yang paling banyak dalam penyembuhan pasien, karena tenaga keperawatan selalu bersama pasien selama 24 jam penuh, semua hal termasuk bio, psiko, sosio dan spiritual diberikan pembinaan bagi kesembuhan pasien.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa Perawat Juga Butuh Standar Keprofesian?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Alasan yang paling utama adalah karena perawat merupakan suatu profesi, jadi sifatnya sangat professional, so bisa dibedakan donk mana perawat dan mana petugas kesehatan lain. Sementara saat ini (dari dulu hingga sekarang) belum jelas letak kekuatan hukum untuk profesi keperawatan. Wahai PPNI ku tercinta, pasti kalian juga merasakan hal yang sama, dari mulai mengerjakan hal-hal yang tidak boleh dikerjakan tapi kita harus mengerjakannya. Kepada om – om DPR yang baru saja dilantik kemarin, mohon lanjutkan perjuangan kami! Jadilah Dewan Perawat Rakyat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentunya menjadi buah simalakama bagi kami. Melakukan tindakan maupun kegiatan yang bersifat profesi, misalnya jika kami ingin melakukan tindakan “A” didalam hukum kami tidak boleh melakukannya namun pada kenyataannya kami juga “HARUS” melakukannya atas perintah atau pelimpahan, ah lagi-lagi alasan pendelegasian. Belum lagi jika tindakan “A” tersebut kami tidak boleh mempelajarinya lebih dalam, karena alasan takut disalahgunakan, maka jika kami salah kamilah penyebab semua kebodohan tindakan tersebut karena ilmu yang tak cukup (padahal sebelumnya memang tidak diajarkan lebih dalam). Memang benar kata “Slank” Kacau Balau Negaraku Ini, system yang berbelit-belit, hanya menguntungkan satu pihak sementara pihak lain tertindas.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Capek ah, to be continue aja deh dari pada puasa batal.. he he he</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuhankeperawatan.info/standar-profesi-keperawatan-menurut-hukum-di-indonesia-dimana-ya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perawat Sebagai Ujung Tombak Kesehatan Indonesia</title>
		<link>http://www.asuhankeperawatan.info/perawat-sebagai-ujung-tombak-kesehatan-indonesia.html</link>
		<comments>http://www.asuhankeperawatan.info/perawat-sebagai-ujung-tombak-kesehatan-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 07:23:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asuhan keperawatan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Press Releases]]></category>

		<category><![CDATA[depkes]]></category>

		<category><![CDATA[perawat]]></category>

		<category><![CDATA[RUU keperawatan]]></category>

		<category><![CDATA[UU keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuhankeperawatan.info/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu kita mendengar kabar bahwa sekitar kurang lebih 1000 perawat mengunjungi DPR RI untuk mempertegas tuntutan agar segera disahkannya RUU praktek keperawatan menjadi UU tetap. Saya bersama rekan-rekan perawat di puskesmas tetap terus mendukung upaya PPNI tersebut. Saya sangat berharap agar PPNI dapat memberikan informasi terbaru sampai ke seluruh pelosok negeri agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa hari yang lalu kita mendengar kabar bahwa sekitar kurang lebih 1000 perawat mengunjungi DPR RI untuk mempertegas tuntutan agar segera disahkannya RUU praktek keperawatan menjadi UU tetap. Saya bersama rekan-rekan perawat di puskesmas tetap terus mendukung upaya PPNI tersebut. Saya sangat berharap agar PPNI dapat memberikan informasi terbaru sampai ke seluruh pelosok negeri agar terciptanya tali persaudaraan yang erat antar rekan sejawat sehingga dapat saling mendukung.<span id="more-61"></span></p>
<p style="text-align: justify;">RUU keperawatan yang sejauh ini sudah saya baca sedikit-sedikit memang memberikan gambaran bahwa betapa pentingnya perawat bagi pembangunan kesehatan nasional dan merupakan ujung tombak dari penyelenggaraan peningkatan kesehatan. Meskipun RUU belum dibuat bahkan jauh hari sebelumnya sejak zaman dahulu kala terutama sejak zaman perperangan, adalah perawat yang mampu memberikan pertahanan bagi kesehatan nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama ini perawat selalu di “anak tiri” kan oleh Departemen Kesehatan Indonesia, mulai dari program PTT sampai asuransi kesehatan. Dapat kita ketahui bersama bahwa saat ini baru “akan” diusahakan untuk pengadaan PTT pusat bagi perawat, sementara untuk tenaga kesehatan lainnya sudah dari zaman nenek moyang kita dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlebih lagi saat ini perawat belum ada yang menduduki kursi-kursi penting di pemerintahan, terutama DEPKES yang hanya diisi oleh tenaga kesehatan tertentu, sehingga kebijakan-kebijakan yang di ambil hanya mementingkan golongan tertentu, masalah kesejahteraan misalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebulan setelah menandatangani kontrak kerja bersama Dinas Kesehatan Kabupaten, saya mencoba untuk mendatangi kantor ASKES untuk menanyakan pembuatan ASKES bagi tenaga kontrak seperti kami, dan ternyata hanya PTT pusat yang selama ini mendapatkan “kenikmatan” tersebut. Betapa terkejutnya saya, ketika petugas mengatakan “kecuali kamu bidan PTT” wow…. Jelas sekali ya.. hmmmmm….</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak bermaksud untuk menyingkat tulisan ini atau karena kehabisan ide, namun karena saya menulis pada saat jam tidur siang saya harus segera istirahat agar untuk edisi berikutnya bisa lebih fit. Wassalam….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuhankeperawatan.info/perawat-sebagai-ujung-tombak-kesehatan-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mata Kuliah Keperawatan Bencana Sebagai Muatan Lokal di AKPER BANDA ACEH</title>
		<link>http://www.asuhankeperawatan.info/mata-kuliah-keperawatan-bencana-sebagai-muatan-lokal-di-akper-banda-aceh.html</link>
		<comments>http://www.asuhankeperawatan.info/mata-kuliah-keperawatan-bencana-sebagai-muatan-lokal-di-akper-banda-aceh.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 07:33:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asuhan keperawatan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Press Releases]]></category>

		<category><![CDATA[banda aceh]]></category>

		<category><![CDATA[keperawatan bencana]]></category>

		<category><![CDATA[kurikulum]]></category>

		<category><![CDATA[mata kuliah]]></category>

		<category><![CDATA[muatan lokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuhankeperawatan.info/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini yang menjadi salah satu perbincangan menarik adalah adanya penambahan mata kuliah Keperawatan Bencana di beberapa Akademi Keperawatan BANDA ACEH Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang kemudian menjadi pionir pengembangan pendidikan keperawatan bencana di Indonesia.
Mata kuliah baru tersebut diterapkan sejak 3 tahun yang lalu di Akademi Keperawatan (Akper) Tjoet Nyak Dhien, Akper Abulyatama, Akper [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saat ini yang menjadi salah satu perbincangan menarik adalah adanya penambahan mata kuliah <strong>Keperawatan Bencana</strong> di beberapa Akademi Keperawatan BANDA ACEH Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang kemudian menjadi pionir pengembangan pendidikan <strong>keperawatan bencana</strong> di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Mata kuliah baru tersebut diterapkan sejak 3 tahun yang lalu di <strong>Akademi Keperawatan</strong> (Akper) Tjoet Nyak Dhien, Akper Abulyatama, Akper Teungku Fakinah, dan Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan RI Aceh Jurusan Keperawatan Banda Aceh. Pengembangan pendidikan Keperawatan Bencana ini didukung kuat oleh palang Merah Jepang yang bekerja sama dengan PMI.<span id="more-59"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dari latar belakang dilaksanakannya penambahan mata kuliah yang disebut muatan lokal itu, dapat kita ketahui bahwa Aceh menjadi prioritas utama pasca terjadinya Tsunami beberapa tahun lalu, sehingga Jepang menganggap Indonesia juga rentan bencana seperti di Negara mereka, contohnya pada saat terjadinya lagi “tsunami kecil” yang menimpa Situ Gintung yang berakibat kerugian besar bagi Negara.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak harapan terhadap adanya penambahan <strong>Mata Kuliah Keperawatan Bencana</strong> tersebut diterapkan di AKPER-AKPER yang ada di daerah lain yang rawan konflik serta bencana di Indonesia, sehingga tenaga perawat sudah siap dan terlatih untuk terjun kelapangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin PPGD dan BCLS saja tidak cukup untuk menanggulangi kondisi seperti itu, maka dibutuhkan pendidikan khusus mengenai penanggulangan bencana. Saya harap kedepanya nanti melalui bidang pengembangan kurikulum mata kuliah keperawatan dapat mengoptimalkan semua kebutuhan pendidikan bagi lulusan sehingga tidak perlu adanya lagi pelatihan-pelatihan yang memakan biaya besar demi mendapatkan keterampilan yang seharusnya sudah kita dapatkan selama 3 tahun masa belajar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuhankeperawatan.info/mata-kuliah-keperawatan-bencana-sebagai-muatan-lokal-di-akper-banda-aceh.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Proud to be NURSE</title>
		<link>http://www.asuhankeperawatan.info/proud-to-be-nurse.html</link>
		<comments>http://www.asuhankeperawatan.info/proud-to-be-nurse.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 07:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asuhan keperawatan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Press Releases]]></category>

		<category><![CDATA[ketapang]]></category>

		<category><![CDATA[nurse]]></category>

		<category><![CDATA[PPNI]]></category>

		<category><![CDATA[sunatan masal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuhankeperawatan.info/proud-to-be-nurse.html</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi seorang perawat bukanlah merupakan paksaan dari orang tua hanya karena harus berpendidikan, namun adalah sebuah bentuk pengabdian yang benar-benar dilandaskan atas dasar kemanusiaan.
Dengan tidak bermaksud memuji diri sendiri, karena memang penulis adalah salah satu pengemban profesi yang mulia itu. Saya bersama rekan-rekan PPNI Kabupaten Ketapang, kemarin (26-maret-2009) melanjutkan jadwal kegiatan sosial sunatan masal di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi seorang perawat bukanlah merupakan paksaan dari orang tua hanya karena harus berpendidikan, namun adalah sebuah bentuk pengabdian yang benar-benar dilandaskan atas dasar kemanusiaan.</p>
<p>Dengan tidak bermaksud memuji diri sendiri, karena memang penulis adalah salah satu pengemban profesi yang mulia itu. Saya bersama rekan-rekan PPNI Kabupaten Ketapang, kemarin (26-maret-2009) melanjutkan jadwal kegiatan sosial sunatan masal di salah satu pesantren yang ada di Kabupaten Ketapang. Peserta terdiri dari anak-anak laki-laki berusia 6 sampai 12 tahun berjumlah lebih dari 100 orang, tepatnya 115 orang.<span id="more-52"></span></p>
<p>Saya berada di kasur terakhir menemani pak Khairul Rasyid (perawat puskesmas sei awan), dulu partner saya di PUSTU desa Kemboja Kecamatan Tanjung Satai, Pulau Maya Karimata, Kabupaten Kayong Utara dan pak Darmawan (Kepala Puskesmas Air Upas) serta Ibu Utin Susmayanti (Dosen AKPER PEMDA Kabupaten Ketapang).</p>
<p>Memang kalau sudah bertemu di lapangan dengan membawa kepedulian yang sama rasanya senang sekali, semua yang dari daerah pedalaman ikut kumpul bersama. Disinilah biasanya kita juga menemukan berbagai macam teori yang digunakan dalam melaksanakan tugas seperti ini, namun demikian, disini pula merupakan tempat berbagi cerita dan pengalaman. Saya mendapatkan banyak pelajaran baru yang mungkin bisa mengasah kemampuan dalam memberikan Asuhan Keperawatan yang maksimal kepada klien-klien kita.</p>
<p>Satu hal yang membuat saya merasa bangga dari kegiatan ini adalah, belum pernah selama saya melakukan kegiatan yang serupa tidak mendapat bayaran (jasa keringat = lebih halus), namun disini baik yang senior maupun junior hanya disuguhi <del datetime="2009-03-27T07:59:22+00:00">Nasi Kotak</del> makan siang saja.</p>
<p>Jika sudah melihat semuanya berjalan lancar serta tidak ada keluhan dari pihak manapun, maka rasa letih dan dahaga menjadi lenyap seketika ditambah lagi hujan lebat yang mengguyur tanah kota kayong itu memecahkan suasana dan menambah kesempatan bagi rekan-rekan untuk saling ngobrol dan bercanda gurau sambil berteduh.</p>
<p>Malam harinya kami melanjutkan acara ramah tamah yang intinya adalah penutupan resmi ulang tahun PPNI yang ke-35 serta pemberian penghargaan kepada sejawat senior yang paling senior dan telah lama bergeming di dunia keperawatan.</p>
<p>(Gambar menyusul lagi yah, sedang collecting…)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuhankeperawatan.info/proud-to-be-nurse.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gallery foto seminar dan jalan sehat - susulan</title>
		<link>http://www.asuhankeperawatan.info/gallery-foto-seminar-jalan-sehat.html</link>
		<comments>http://www.asuhankeperawatan.info/gallery-foto-seminar-jalan-sehat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 04:49:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asuhan keperawatan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gallery]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuhankeperawatan.info/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Berikut foto-foto seminar kemarin, mohon maaf karena terlambat, saya juga baru ketemu ama fotografernya hari ini.
Selamat menyaksikan   

Lihat selengkapnya ya!&#8230;.






]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut foto-foto seminar kemarin, mohon maaf karena terlambat, saya juga baru ketemu ama fotografernya hari ini.</p>
<p><strong>Selamat menyaksikan </strong> <img src='http://www.asuhankeperawatan.info/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.asuhankeperawatan.info/images/spanduk-seminar-ppni.gif" alt="" /></p>
<p>Lihat selengkapnya ya!&#8230;.<span id="more-44"></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.asuhankeperawatan.info/images/pejabat-ppni-kalbar.gif" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.asuhankeperawatan.info/images/peserta-seminar-ppni.gif" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.asuhankeperawatan.info/images/peserta-jalan-sehat-ppni.gif" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.asuhankeperawatan.info/images/asoy-geboy-ppni.gif" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.asuhankeperawatan.info/images/doorprize-ppni.gif" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.asuhankeperawatan.info/images/hendra-ppni.gif" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuhankeperawatan.info/gallery-foto-seminar-jalan-sehat.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perawat Indonesia Mampu Bersaing – Go International</title>
		<link>http://www.asuhankeperawatan.info/perawat-indonesia-mampu-bersaing-%e2%80%93-go-international.html</link>
		<comments>http://www.asuhankeperawatan.info/perawat-indonesia-mampu-bersaing-%e2%80%93-go-international.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 13:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asuhan keperawatan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Press Releases]]></category>

		<category><![CDATA[Jepang]]></category>

		<category><![CDATA[perawat Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuhankeperawatan.info/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Berita dari Jakarta:
Beberapa waktu lalu ada email dari perawat yang bekerja di Jepang, bukan kepada saya tapi kepada temannya. Mereka adalah Dyana (30), dan Endah Trisnawati (25), ada yang kenal ga?saya juga belum kenal. Yang pasti mereka adalah teman sejawat kita juga yang berjuang dan mengabdikan diri kepada masyarakat dunia.
Pada hari Jumat, bersama dengan 300 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berita dari Jakarta:</strong><br />
Beberapa waktu lalu ada email dari perawat yang bekerja di Jepang, bukan kepada saya tapi kepada temannya. Mereka adalah Dyana (30), dan Endah Trisnawati (25), ada yang kenal ga?saya juga belum kenal. Yang pasti mereka adalah teman sejawat kita juga yang berjuang dan mengabdikan diri kepada masyarakat dunia.<span id="more-41"></span></p>
<p>Pada hari Jumat, bersama dengan 300 rekan perawat lainnya, mereka mengambil ujian kompetensi untuk memenuhi syarat agar dapat bekerja di Jepang di bawah Perjanjian Kemitraan Ekonomi bilateral kedua negara yang dicapai pada tahun 2007.</p>
<p>Tahun lalu, Trisnawati mengajukan aplikasi untuk menjadi perawat pertama yang dikirim untuk bekerja di salah satu fasilitas perawatan medis di Jepang. Namun sayangnya dokumen yang ia serahkan tidak lengkap dan dia harus meninggalkan impiannya itu untuk sementara waktu. Hal ini membuktikan bahwa ternyata untuk kompetensi seorang perawat tidak dapat diragukan lagi, dari skill sudah dapat memenuhi standar internasional hanya masalah dokumen saja.</p>
<p>Pada saat itu dari 300 orang hanya lulus 208 orang, nah loe bayangin, Cuma 2 yang kagak lulus itupun gara-gara dokumen, trus yang satunya kemana ya? (,”?</p>
<p>3 bulan kemudian temannya si Trisnawati tadi yaitu Asiana, mengirim email kepadanya dan mengatakan “Keep Your Spirit”, hmmm lagak loe ya, mentang-mentang diluar angkasa eh luar negeri pake bahasa English segala.</p>
<p>“Senang banget kerja disini, saya menghadapi berbagai tantangan baik dari bahasa dan budaya namun sedikit demi sedikit bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru itu” kata Asiana dalam bahasa English dan Japanese.</p>
<p>“Saya dengar perawat dari Indonesia disambut baik oleh orang jepang dari pada TKI yang lain” Lanjutnya.</p>
<p>Dyana, yang telah bekerja sebagai perawat di rumah sakit sejak tahun 2002, mencari pekerjaan di Jepang untuk mempelajari sesuatu tentang bisnis kesehatan dan menyimpan uang untuk mengatur klinik sendiri di Indonesia.</p>
<p>&#8221;Ketika saya pulang ke Indonesia, saya ingin menerapkan pengalaman dan pengetahuan saya dari Jepang untuk membuka klinik di sini,&#8221;katanya.</p>
<p>Selama Jumat, uji kompetensi, Dyana dan Trisnawati mencoba menjawab 180 pertanyaan dalam tiga jam saja.</p>
<p>Tes serupa untuk kedua kalinya juga diberikan dalam tiga bulan terakhir di ibukota provinsi – yaitu di Medan Propinsi Sumatera Utara, Provinsi Riau di Pekanbaru dan Denpasar di Provinsi Bali.<br />
Saya sangat menyayangkan sekali karena di Provinsi saya tidak ada, padahal kalo ke Jepang saya juga mau, tapi Cuma jalan-jalan doank he he he soalnya pekerjaan udah ada, sebagai perawat blogger (kurikulumnya nanti dibuat).</p>
<p>Hasil ujian akan diumumkan Rabu dan wawancara dengan petugas dari Jepang diharapkan akan berakhir bulan depan.</p>
<p>Mereka yang lulus uji kompetensi dan prosedur navigasi lainnya akan disertakan di antara 792 perawat dan perawat yang akan dikirim ke Jepang sekitar bulan November untuk bekerja di rumah sakit dan fasilitas perawatan.</p>
<p>Jepang telah sepakat untuk mengambil 1000 caregiver dan perawat dan kesehatan masing-masing dari Indonesia dan Filipina di bawah perjanjian kerjasama ekonomi bilateral.</p>
<p>Setelah diterima bekerja di Jepang, perawat akan belajar bahasa Jepang selama empat bulan di Jakarta dan Bali dari Juli dan kemudian merantau dua tahun di Jepang.</p>
<p>Berbeda dengan tahun sebelumnya yang wajib belajar bahasa jepangnya harus 6 bulan berturut-turut, soalnya sekarang perawat Indonesia udah pada pinter-pinter.</p>
<p>Sumber Berita :<br />
http://theblackship.com/news/lifestyle/focus/3342-News&#8211;mail-encourage-more-Indonesian-nurses-work-Japan.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuhankeperawatan.info/perawat-indonesia-mampu-bersaing-%e2%80%93-go-international.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lega Setelah Seminar</title>
		<link>http://www.asuhankeperawatan.info/lega-setelah-seminar.html</link>
		<comments>http://www.asuhankeperawatan.info/lega-setelah-seminar.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 15:45:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asuhan keperawatan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Press Releases]]></category>

		<category><![CDATA[hukum keperawatan]]></category>

		<category><![CDATA[legalitas keperawatan]]></category>

		<category><![CDATA[praktik keperawatan]]></category>

		<category><![CDATA[RUU keperawatan]]></category>

		<category><![CDATA[seminar keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuhankeperawatan.info/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini sabtu, 21-maret-2009 saya bersama rekan-rekan sejawat se-Kabupaten Ketapang mengikuti seminar tentang &#8220;ASPEK LEGAL PRAKTEK KEPERAWATAN&#8221; itu saya singkat saja&#8230; hmmm seru kan? tapi judul yang sebenarnya adalah &#8220;Panjaaaa&#8230;ng banget&#8221; udah deh yang penting bukan judulnya, yang kita bahas isinya saja dan singkat-singkat saja mengingat dan menimbang waktu membaca Anda akan habis. Seminar ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini<em> </em>sabtu, 21-maret-2009 saya bersama rekan-rekan sejawat se-Kabupaten Ketapang mengikuti seminar tentang &#8220;ASPEK LEGAL PRAKTEK KEPERAWATAN&#8221; itu saya singkat saja&#8230; hmmm seru kan? tapi judul yang sebenarnya adalah &#8220;Panjaaaa&#8230;ng banget&#8221; udah deh yang penting bukan judulnya, yang kita bahas isinya saja dan singkat-singkat saja mengingat dan menimbang waktu membaca Anda akan habis. Seminar ini diadakan oleh PPNI Kabupaten Ketapang mengenang usia PPNI yang ke-sekian tahun (he he he lagi-lagi lupa) ah jadi malu&#8230; yang jelas sekalian ulang tahunnya PPNI. Oke lanjut.<span id="more-36"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seminar dihadiri oleh ketua PPNI Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Muhaimenon, SH. M.Kes. sekaligus nara sumber untuk materi &#8220;Praktik Keperawatan Dalam Perspektif Hukum Kesehatan&#8221; dan Bapak Chairul Fuad sekaligus nara sumber untuk materi &#8220;Kode Etik Keperawatan&#8221; serta Bapak Rustami selaku Ketua PPNI Kabupaten Ketapang dan tak lupa para hadirin/hadirat sejawat yang kurang lebih <strong><span style="text-decoration: line-through;">60</span> </strong>200 orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Seminar yang dibuka oleh Bapak Edi Junaedi yang mewakili kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang ini berlangsung sangat efektif karena apa yang ingin dicapai telah menunjukkan keselarasan dalam dialog tanya jawab. Memang masalah yang di bahas sangat rumit, namun terlihat dari wajah-wajah peserta menunjukkan keseriusan dan respect terhadap materi yang disajikan karena hal ini menyangkut masa depan bagi kelangsungan karir kita semua (perawat.red).</p>
<p style="text-align: justify;">Hal yang paling menarik perhatian saya dan rekan-rekan adalah ketika masuk kepada sesi pembahasan Undang-undang tentang praktik keperawatan. Ternyata setelah dipahami lagi kita selama ini memang hamper dikebiri. Mungkin Anda bingung dengan pemaparan saya, namun ketika merujuk ke beberapa ayat dan pasal-pasal memang terdapat berbagai asumsi dan kerancuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Legalitas praktik keperawatan saat ini mengacu kepada undang-undang nomor 23 tahun 1992 yang udah pada lupa silahkan buka dan pelajari kembali. Saya akan memaparkan apa yang telah dirangkum oleh Bapak Muhaimenon, SH.M.kes saja:</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan UU No. 23 Th 1992 dapat dijelaskan sebagai berikut:<br />
Perhatikan baik-baik,</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“Upaya kesehatan bercirikan keterpaduan yang menyeluruh, menyangkut upaya promotif, preventif, curative dan rehabilitatif. Konsekwensi dari kebijakan ini, setiap potensi dalam upaya playanan kesehatan menempati peran yang setara baik tenaga, sarana dan prasarana bahkan pengguna layanan kesehatan”</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Nah ini maknanya adalah bahwa dalam melakukan pelayanan kesehatan setiap profesi kesehatan memiliki peran masing-masing sesuai dengan bidang keilmuannya dan professional.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmmm.. saya jadi ingat, tentang cerita yang masih hangat hingga saat ini mengenai <a title="Perawat Florida" href="http://www.asuhankeperawatan.info/perawat-perawat-florida-mempertahankan-kewenangan-dalam-menulis-resep-obat.html" target="_self">Assosiasi Perawat yang ada di Florida</a>. Mereka meminta agar mereka dapat membuat resep dan sah untuk di klaim di apotik, namun masih saja ada pihak-pihak yang iri dan tidak mau mengakui keilmuan perawat yang mengatakan bidang keperawatan masih lemah bahkan berani mengatakan perawat tidak mampu menangani berbagai kasus.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal dari hasil penelitian ditemukan bahwa dalam menegakkan diagnosa, lebih dari 60% oleh perawat di Indonesia (kembali ke Indonesia) yang ada di Puskesmas dan lebih dari 60% perawat mengeluarkan obat dan resep di PUSKESMAS, sementara Puskesmas adalah tulang punggung kesehatan nasional.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa saya LEGA setelah seminar?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mohon maaf, kalo dibahas semua terlalu panjang di sini, saya mengetiknya di word dengan ukuran “letter” udah lebih dari satu halaman. Saya mengikuti seminar dengan sangat seksama dan very very carefull karena kebetulan saya Notulennya, jadi harus bekerja rapi. Pada akhir sesi acara, Bapak Muhaimenon, SH. M.Kes menyempatkan dirinya untuk menambahkan materi mengenai <strong>RUU Praktik Keperawatan</strong>. Dengan penuh semangat, peserta yang notabene adalah para pegawai RS,Puskesmas dan Mahasiswa serta pengangguran terampil itu menyambut dengan antusias dan saya sendiri merasa penuh percaya diri.</p>
<p style="text-align: justify;">RUU praktik keperawatan menjelaskan ruang lingkup dan segala aspek Ilmu Keperawatan dimata Profesionalitas dan Intelegensia. Apa yang sebenarnya terdapat disana? Mungkin sebagian teman-teman sudah pada tau jika sering mengikuti kegiatan <strong>PPNI</strong>. Nah, bagi yang belum tau silahkan tanyakan ke organisasi yang melindungi profesi Anda itu. Saya hanya memberikan sedikit gambaran yaitu bahwa ada poin-poin penting yang menunjukkan bahwa kita adalah mitra kerja bagi setiap tenaga kesehatan lainnya guna untuk meningkatkan taraf hidup sehat bangsa Indonesia serta RUU ini hampir memasuki babak final, tinggal menunggu pengesahan saja, jadi kita semua harus bangkit dan memberikan dukungan agar terciptanya suasana yang rukun antar profesi.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhir kata mohon maaf karena saya tidak mengupload gambar-gambar yang diabadikan, saya mengundang teman-teman untuk menyampaikan suaranya diblog ini dengan mengisi kolom komentar di bawah ini. Sekian dan terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara disponsori oleh:</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="indosat" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:cPxDGuVchM5TdM:http://kalaweitfm.com/web/images/indosat_copy.jpg" alt="" width="150" height="44" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuhankeperawatan.info/lega-setelah-seminar.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lowongan Fisioterapi dan Perawat</title>
		<link>http://www.asuhankeperawatan.info/lowongan-fisioterapi-dan-perawat.html</link>
		<comments>http://www.asuhankeperawatan.info/lowongan-fisioterapi-dan-perawat.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 13:12:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asuhan keperawatan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Nurse Jobs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuhankeperawatan.info/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Nih ada lowongan kerja, Langsung COPAS aja ya&#8230;.
Dibutuhkan Fisioterapi dan Perawat untuk Klinik dan Spa di Clubbali Resort Kota Bunga, Cipanas dan Hawaii Resort Anyer, Jawa Barat.
Syarat: Minimal D3 Fisioterapi /Perawat. Mampu berbahasa Inggris dengan aktif. Dan diutamakan yang sudah punya pengalaman kerja.
Kirim CV ke klinik@clubbali.com atau ke PT.Lokawisata Asri Jl. Lebak Bulus I No [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nih ada lowongan kerja, Langsung COPAS aja ya&#8230;.</p>
<p>Dibutuhkan <strong>Fisioterapi dan Perawat</strong> untuk <strong>Klinik dan Spa di Clubbali </strong>Resort Kota Bunga, Cipanas dan Hawaii Resort Anyer, Jawa Barat.<br />
Syarat: Minimal D3 Fisioterapi /Perawat. Mampu berbahasa Inggris dengan aktif. Dan diutamakan yang sudah punya pengalaman kerja.<br />
Kirim CV ke <strong>klinik@clubbali.com</strong> atau ke <strong>PT.Lokawisata Asri Jl. Lebak Bulus I No 49, Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430 </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuhankeperawatan.info/lowongan-fisioterapi-dan-perawat.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Code -->
